Faihana hikari firdaus Corporation

Just another WordPress.com site

Pertanyaanmu Dulu adalah Awal Kesuksesanku, Ibu…..

Terkadang memang apa yang kurang mengenakkan di hati kita itu bisa jadi akan berbuah kebaikan dan kesuksesan kita.

Ini cerita dari pengalamanku dulu, di masa akhir kuliah, di masa-masa skripsi. Ibuku lah yang selalu menanyakan perkembangan studyku. tidak dipungkiri, terkadang pertanyaan itu seperti membebani, tapi tidak dipungkiri juga jutru seringkali pertanyaan ibulah yang menjadi motivasi dan kekuatan bagi diriku. Walau cuman sebuah pertanyaan yang singkat, bagaimana kuliahnya? Bagaimana skripsinya? Kapan kira-kira lulus?

Sewaktu menyusun seminar satu SKS, itu wajib diambil sebelum kita mengambil skripsi, aku bertekad untuk bisa menyusun sekalian untuk usulan penelitian. Dan Allah memberikan jalan.  Ada sebuah mesin yang bisa aku uji coba kinerjanya. Itulah mulai kerjaku yang  berkesinambungan…Aku harus mendatangi mesin yang tempatnya tidak bisa di bilang dekat. Aku harus menempuh waktu 2 jam dengan kendaraan yang berganti-ganti dan jalan yang berkelok-kelok. Pertama pencarianku bukanlah tanpa halangan, aku tidak menemukan tempatnya. Walau saat itu aku menginep di teman yang kebetulan daerahnya sama. Kutanya-tanya dengan penduduk daerah situ. Jawaban selalu tidak ada. Berbekal tangan kosong apakah aku menyerah? Tidak! Harus menghadap dosenku dan mencari tahu jelas letak dan pengelolanya.

Kali ini aku ditemani temen kuliahku yang sangat baik. Setelah dicari-cari akhirnya aku menemukannya juga. Sebuah tempat yang bisa terbilang tersembunyi… Letaknya yang jauh dari daerah pemukiman, di tengah sungai, dan menuju kesana harus melewati sawah dan hamparan lahan basah, pinggiran sungai. Ojekpun sedikit kerepotan untuk melewatinya.

Sesampai di tempat itu aku disambut baik oleh pengelolanya, Alhamdulillah. Sedikit kagum juga ditengah sungai dibuat rumah panggung u membudidayakan ikan, Nah penggiling pelet pakan ikanlah yang akan aku uji kinerjanya. Aku membawa satu atau dua kg jagung kering waktu itu. Disaat aku mulai menggiling, yang bisa dibilang jumlahnya ga seberapa, mesinpun sudah kepanasan dan akhirnya terhenti. Ups, ada apa ini? Mesin kepanasan? Dan tidak bisa digunakan lagi.

Pulang dengan badan yang sangat capek tentunya. Dengan perasaan yang ga karuan. Sempet putus asa juga. Akankah aku sanggup menjalaninya. Bolak-balik ke tempat itu untuk penelitian? Temankulah yang membesarkan diriku. Siapapun kita, bagaimanapun kita, kita harus bisa!

…………………………

Kembali ke kampus dan menceritakan kepada dosenku kejadian itu. Apa kata beliau? Itu mesin masih dalam masalah keuangan. Untuk diperbaikipun tidak tahu kapan. Aku diminta mencari bahan penelitian kembali. Ya Allah, aku sudah menulis sampai Bab III, Metode  Penelitian. Terasa runtuh hatiku. aku harus mencari literatur baru dan menyusunnya kembali? Bab I sampai Bab III ini yang paling berat karena harus mulai mencari dan melalang buana. Untuk menyusun 3 bab terebut, Universitas terkenal di Jawa Barat dan jawa Tengah harus kujambangi, dari Unpad  tempat aku menimba ilmu, ITB, IPB, sampai UGM.

Terasa malas dan berat untuk mulai lagi. Tapi semangat itu selalu ada dengan keinginan yang kuat, keinginan orang tua, beban orang tua, dan kebahagiaan orang tua. Aku mendapat info dari teman ada mesin yang bisa aku teliti kinerjanya. Mesin belum jadi menunggu pendanaan. Atas usulan dosen pembimbing, akhirnya aku menulis dahulu bab I sanpai bab III. Pencarian literatur, penulisan adalah kegiatanku saat itu. Ibu sering kali menanyakan kabar skripsiku. Ya kadang ada rasa ga enak karena merata diburu-buru dan menjadi beban. Tetapi sebenarnya aku mengerjakan semua bukan karena semata-mata beban yang kuat tapi memang tekadku aku ingin semuanya cepat selesai, selesai pada saat yang tepat.

Selesai bimbingan bab I sampai Bab III ku untuk judul yang kedua telah selesai. Saatnya untuk presentasi usulan penelitian dan kemudian melakukan penelitian terhadap mesin dan menulis hasilnya dalam bab pembahasan dan menarik kesimpulan. Kebayang tinggal kemudahan dan sedikit langkah lagi aku akan selesai. Tapi, ups, mesinnya belum jadi juga. Ya ALLAH lagi-lagi KAU uji kesabaran dan kekuatan jiwaku.

Konfirmasi kembali kapan mesin akan segera selesai. Dan jawabnya, pendanaan yang seret dan tidak bisa memastikan kapan akan selesai, dimulai saja belum….Ya Rabb, beri kesabaran yang berlipat….

…………………………………..

Menemani teman kuliah yang akan bimbingan penelitian dengan pihak pabrik tempat melakukan obyek penelitian. Hasil berbincang-bincang dengan bapak tersebut aku mendapatkan obyek penelitian. Dari obyek yang sama akan di dapat 3 point yang bisa diteliti dengan 3 orang yang berbeda. Inilah pertama langkah yang akan aku tempuh u kembali memulai dari awal.

Kembali ke kampus dan konfirmasi dengan dosen pembimbing tentang kegagalanku u presentasi usulan penelitian untuk judul yang kedua. Dosenku nampak kasihan dengan diriku, lagi-lagi harus mengulang dari awal, bukan semata kesalahanku tapi sikonlah yang bicara.

Dosenku tidak setuju aku mengambil salah satu point dalam penelitian yang ditawarkan pihak pabrik tersebut karena dari dosen dan kampusku itu 3 point yang berhubungan dan harus dilakukan oleh satu orang dan sudah ada yang akan menelitinya, sedang dari pihak pabrik bisa dilakukan dengan 3 orang yang masing-masing 1 point. Apa daya aku harus mengikuti aturan akademisku.

Dosenku malah menawarkan proyek penelitian yang akan digarap. Subhanallah aku diberi kepercayaan untuk merancang bangun sebuah mesin, walau mesin yang kecil dan manual. Selama ini aku selalu menghindar rancang bangun yang kabarnya sulit dan lama dengan selalu memilih penelitian uji kinerja mesin saja. Tapi itulah cambuk dari ALLAH biar aku menjadi jiwa yang kuat dan telaten. Jiwa yang pantang menyerah dan selalu mencoba. Akhirnya aku terima tawaran dosenku tersebut daripada menunggu hal yang tidak pasti yang aku inginkan dengan kerja yang seadanya.

Dengan Bismillah, aku mulai lagi menyusun proposal penelitian dari Bab I sampai bab III dari awal, judul yang ke tiga. Karena ke 3 judul yang pernah kuambil benar-benar beda satu dengan lainnya baik cara kerja maupun bahan yang digunakan. Subhanallah.

Alhamdulillah, terima kasih yang tak terhingga  Ya ALLAH, KAU selalu memberi semangat dan kekuatan dari setiap kegagalanku tanpa jeda yang terlalu lama. Perjalanan segera dimulai, dari Kampusku sendiri, UNPAD, ke ITB, IPB, bahkan UGM. Tidaklah mudah menyusun tulisan dengan tema Mesin pertanian. Kebayang negara kita seperti apa, peralatan pertaniannya mayoritas masih sederhana, sedang litelatur dari journal atau buku-buku tentang peralatan pertanian di luar negeri terkadang jauh lebih modern dari kita. Sulit sekali menemukan literaturnya, atau contoh skripsinya, menyusuri 4 universitas besar di pulau Jawa.

Alhamdulillah, dengan tekad dan dukungan semua pihak, dari ibu yang selalu menanyakan perkembangan skripsi dan kelulusan yang terkadang membuat hatiku ga enak dan makin terburu-buru, dari dosen yang sabar dan selalu membimbingku. dari teman-teman yang selalu mendukung dan mendampingiku. Sungguh semua menjadi jalan terselesaikan studyku… ALLAH mudahkan pada saat yang tepat dan waktu yang terbilang cepat.

Walau aku sekarang bukan seorang yang bekerja alias wanita karier, aku belum menjadi pengusaha sukses. Dan aku lebih banyak di rumah dengan mendampingi buah hatiku. Tapi aku sangat bangga, sangat yakin dengan semua proses yang telah kulalui, bahwa inilah kesuksesanku. Aku bisa menjadi Ummah yang cerdas untuk putra putriku. Aku bisa menjadi Ummah yang sabar dan telaten untuk semua buah hatiku. Aku bisa menjadi Ummah yang tangguh untuk pangeran dan bidadariku. Mungkin orang memandang tidak sebanding dengan yang aku lakukan, Tapi aku merasa sangat sukses walau bukan harta yang mengiringinya, bukan pangkat jabatan yang kudapatinya. Semoga nilai pahalanya jauh lebih besar dari yang kudapat secara material maupun status sosial. Karena aku yakin kebaikan demi kebaikan yang selalu kudapat, Insya ALLAH

Terima kasih Ibu, betapa pertanyaanmu dulu, harapan ibu, doa-doa ibu yang selalu untuk diriku… Mungkin dulu aku bisa berkata “ah” berkata “jangan ditanya melulu”, “jangan diburu-buru”, atau apalah yang membuat diriku ga enak. Tapi buah dari semua adalah enak. Kebaikan demi kebaikan..Maafkan Ibu, aku suka membantah atau sering tidak percaya, tapi memang benar harapan dan doamu selalu demi kebaikanku. Kalau dibilang menyesal tentu terasa menyesal, tapi terkadang memang begitu kalau belum menjadi pelajaran. Semoga anak keturunanku lebih baik dari semua. Selalu mengerti dan paham maksud kedua orangtuanya demi kebaikannya juga….

Thanks ALLAH, semua KAU berikan pada saat yang tepat, semua KAU berikan dengan sesuatu yang tepat. Tidak semua kesuksesan yang tertunda adalah sebuah kejelekan, tapi jalan yang di depan harus selalu awal disambut dan dijemput serta dilewati dengan semangat. Pasti ada batu dan kerikil dan mungkin onak duri menghalang, tapi semua demi kesuksesan yang brilian….

So semua….. ayo semangat…. jalan kebenaran di depan jangan dilewatkan. Jadikan semua kebaikan. Demi menjemput kesuksesan…. Demi menuai hasil yang gemilang… Meraih pahala  dan kesuksesan di dunia dan di akhirat…….

Yuk mari…saling ingatkan……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: