Faihana hikari firdaus Corporation

Just another WordPress.com site

RENUNGAN DIRI

Rasa resah itu selalu ada….

Rasa kwatir itu selalu ada…

Memang sangat kusadari beban amanah ini, tapi kutahu pahala yang tersimpan dalam pundi-pundi perjuangan dan pengorbanan..Pengorbanan? Apakah kita merasa banyak berkorban? No…! Ya, lebih tepat kalau dibilang perjuangan, perjuangan untuk diri kita mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat… Egois sekali rasanya diri ini… Di mana seikhlasan dan ketulusan itu… Itulah manusia…Mungkin ini sudah fitroh kita… Tapi tetap aja yang terbersit tetap demi kebahagiaan dunia dan akhirat walau terasa tertimbun dalam dan sangat dalam di sudut sisi terdalam…

Anak adalah sebuah anugerah yang terindah dalam hidup ini…melebihi harta yang berlimpah, semoga ALLAH tetap menjaga kita lebih menikmati anugrah Iman dan Islam… Karena itulah sebenar–benarnya yang membawa kebahagiaan dunia wal akhirat.

Begitu juga dengan diri ini… Setahun sudah kehadiran seorang anak tidak kunjung datang, hati terasa resah, kwatir…Padahal di belahan sana dan sini banyak yang tetap sabar dan teguh dengan janji-janjiNya.

Setelah berita gembira itu datang, betapa riangnya. Puji syukur terpanjatkan.. Kehatian-hatian dan kekwatiran mulai terpancar di setiap waktu… Hari demi hari. minggu demi minggu, bulan demi bulan, akhirnya yang dinanti datang untuk melakukan petualangan di bumi ALLAH. Rasa haru, senang tiada tara… Mengisi hari-hari dan kesibukan diri… Pengobat sakit dan lelah diri…

Dua tahun lebih sang jundi telah penuhi hari-hari, ditambah bidadari kecil yang selalu riang gembira. Tingkah polah keduannya yang selalu menjadi penyemangat jiwa… Tumbuh kembangnya selalu terpantau dengan cermatnya… Kadang sakit mendera, hati terasa terperih… Tapi tetap kepercayaan kepada Sang Penjaga…

Semakin tumbuh, semakin pintar semakin diri ini bukan apa-apa. Jauh dari ilmu, jauh dari agama, jauh dari hal-hal yang terbaik dalam mendidik jundi dan bidadari kecilku…

Kekwatiran selalu membayang, akan menjadi apakah jundi dan bidadari kecilku kelak. Sedang diri ini jauh dari agama, jauh dari ilmu, terasa amat berdosa. Kurang dan sangat kurang dalam memegang amanah. Teringat diri yang masih harus berjuang untuk diri sendiri, untuk memegang amanah pribadi.

Yang ALLAH sungguh diri ini ingin menjadi seorang yang bisa menjalankan amanahMU dengan sebaik mungkin…. Untuk diri ini, untuk pasangan ini, untuk keturunan ini, untuk keluarga ini dan untuk ummat ini..

Terkadang sedih membuncah, akankah bisa penuhi pertanggung jawaban, akan semua amanah… Akankah terkumpul kelak, dalam taman yang penuh dengan kebahagiaan… Kesenangan yang hakiki, yang abadi…

Rasa takut itu selalu ada…

Rasa gelisah itu selalu ada…

Hanya permohonan rahmatNYA yang diharap… dengan segala kekurangan dan kekhilafan.. Moga Hidayah selalu melekat…. Dan kelak berkumpul dengan riang di surgaNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: